Program Unggulan

15 PROGRAM UNGGULAN BUPATI TANGERANG


 

1. Tangerang Religi
Dalam rangka meningkatkan nilai religius sebagai nilai kehidupan yang mencerminkan tumbuh kembangnya kehidupan beragama yang terdiri dari tiga unsur pokok yaitu aqidah, ibadah dan akhlak yang menjadi pedoman perilaku sesuai dengan aturan Tuhan untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Upaya untuk meningkatkan kapasitas lembaga keagamaan dan tokoh agama merupakan hal yang penting yang dilakukan dengan memberikan insentif kepada Guru Ngaji, peserta didik dapat lebih maksimal dalam mendapatkan pengetahuan dibidang keagamaan.
Program ini ditangani oleh Sekretaris Daerah dan Dinas Pendidikan.

2. SANITREN (Sanitasi Berbasis Pondok Pesantren)
Sasaran program Sanitasi Berbasis Pesantren (SANITREN) adalah Pondok Pesantren Salafi dan pengembangan Salafi yang fasilitas infrastruktur sanitasinya kurang layak. Berdasarkan hasil pendataan Kemenag dari keseluruhan pondok pesantren salafi dan pengembangan salafi yang terdaftar di Kabupaten Tangerang sepertiganya memiliki kondisi sanitasi memprihatinkan. Guna mengatasi persoalan sanitasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan menuntaskan persoalan tersebut yang akan direalisasikan secara bertahap. Prosedur yang dilakukan untuk mendistribusikan dana hibah melalui rekening pihak Ponpes, yang digunakan untuk pembangunan sanitasi dengan ukuran 5x9 meter yang terdiri dari lima ruang yaitu tiga pintu untuk MCK dan dua pintu untuk wudhu. Adapun konsep bangunan menggunakan dak atau cor pada bagian atap dengan keseragaman dalam pemilihan bahan-bahan material dan desain bangunan.
Program ini ditangani oleh Bappeda bekerjasama dengan Kementrian Agama Kabupaten Tangerang

3. GSM (Gerakan Sekolah Menyenangkan)
Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) merupakan gerakan sosial bersama guru untuk menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri dan menyenangkan di sekolah. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menuju Gerakan Sekolah Menyenangkan adalah mengembangkan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan, mewujudkan ekosistem sekolah yang ramah, aman dan nyaman, meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik peserta didik, menjaga dan merawat sanitasi sekolah (Sansek) dan mensukseskan Kurangi Sampah Sekolah Kita (Kurasaki). Selama 5 tahun ditargetkan seluruh sekolah di Kabupaten Tangerang telah mengembangkan Gerakan Sekolah Menyenangkan. Program pendukung antara lain pembangunan Tambah Ruang Kelas, pembangunan Unit Sekolah Baru khususnya untuk jenjang SMP yang dalam penerimaan siswa baru menggunakan system zonasi dan sarana pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, kantin dan mushola. Selain itu dialokasikan beasiswa anak sekolah dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang berprestasi dari jenjang SD dan SMP.
Program ini ditangani oleh Dinas Pendidikan, Dinas Tata Ruang dan Bangunan, Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman.

4. Gerakan Tangerang Sehat
Pemenuhan sarana dan prasarana puskesmas serta peningkatan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap menjadi salah satu upaya dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang. Selain itu, untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menargetkan beroperasinya RSUD di wilayah barat untuk menangani masyarakat Kabupaten Tangerang. Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dilakukan promotif dan preventif kesehatan untuk ibu hamil, usia produktif dan usia lanjut serta meningkatkan kesehatan melalui pendekatan keluarga untuk pengendalian penyakit menular dan tidak menular. Selain itu juga menyiapkan sarana dan prasarana Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan meningkatkan kepesertaan JKN-KIS.
Program ini ditangani oleh Dinas Kesehatan, RSUD Tangerang, RSUD Balaraja, RSUD Pantura, Dinas Tata Ruang dan Bangunan, Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan.

5. Masyarakat Bugar
Pembinaan dan pengembangan olahraga dilaksanakan serta diarahkan untuk memassalkan olahraga sebagai upaya pengembangan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan kesehatan, kebugaran, kegembiraan dan hubungan sosial. Olahraga tidak hanya sebatas untuk mengejar prestasi atau pembinaan atlet, olahraga juga harus dipraktikan dalam keseharian masyarakat, namun bisa menjadi gaya hidup sehari-hari. Salah satu langkah untuk itu pembudayaan olahraga non prestasi adalah dengan melakukan kegiatan senam kebugaran secara rutin di setiap kecamatan dan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang. Sedangkan untuk olahraga prestasi didorong dengan melakukan kejuaraan olahraga tingkat pelajar dan kejuaraan tingkat daerah sehingga menghasilkan atlet yang berprestasi baik ditingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Kehadiran stadion mini di setiap kecamatan diharapkan mampu memenuhi ketersediaan sarana publik yang mampu mewadahi segala aktifitas keolahragaan.
Program ini ditangani oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Tata Ruang dan Bangunan, Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman serta Kecamatan.

6. Sayang Barudak
Pemerintah Daerah harus mempunyai system pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak. Pemerintah Daerah berkewajiban dan bertanggung jawab memberikan dukungan sarana, prasarana, dan ketersediaan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan Perlindungan Anak, menjamin anak untuk mempergunakan haknya dalam menyampaikan pendapat sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan anak dan peran masyarakat dalam penyelenggaraan perlindungan anak. Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan Kecamatan Layak Anak adalah mengembangkan Kecamatan Layak Anak, Desa/Kelurahan Layak Anak, membentuk Forum Anak di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa/Kelurahan, Puskesmas Ramah Anak serta perlindungan anak terhadap kekerasan.
Program ini ditangani oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa serta Kecamatan.

7. Tangerang MANTAP (Tangerang Mandiri Tahan Pangan)
Program Tangerang Mandiri Tahan Pangan dicanangkan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui pengembangan subsistem ketersediaan distribusi dan konsumsi, dengan memanfaatkan sumber daya yang diwujudkan melalui peningkatan produktivitas pertanian, pemberdayaan sumber daya manusia pertanian dan pengembangan Kawasan agropolitan dengan focus pembangunan sentra holtikultura. Selain itu untuk mendukung program ini dilakukan revitalisasi pasar untuk mengembangkan pasar higienis, optimalisasi Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan pengembangan budidaya perikanan.
Program ini ditangani oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Tata Ruang dan Bangunan, serta BUMD.

8. GERBANG MAPAN (Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai)
Program GERBANG MAPAN atau Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan infrastruktur masyarakat pantai yang terdapat di wilayah utara Kabupaten Tangerang agar siap menyongsong pembangunan kawasan reklamasi pantai utara yang direncanakan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kondisi wilayah pantai utara yang didominasi prasarana, sarana dan utilitas yang belum memadai serta dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah juga menjadi alasan peluncuran program ini. Selain pengembangan infrastruktur juga turut didukung dengan pengembangan ekonomi masyarakat secara merata.
Program ini ditangani oleh Dinas Perikanan.

9. KEMBANGKU (Pengembangan Bantuan Permodalan bagi Koperasi dan Usaha Mikro)
Pengembangan ekonomi mikro bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi focus dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Pengembangan Bantuan Permodalan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Kembang KUKM). Bantuan permodalan diberikan kepada Koperasi yang memberikan pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan permodalan untuk usahanya, selain itu juga melayani secara langsung permodalan bagi usaha mikro berbasis kelompok dan memberikan kemudahan masyarakat untuk para pelaku usaha dalam sertifikasi PIRT dan sertifikasi halal. Upaya untuk meningkatkan koperasi aktif dan berkualitas dilakukan dengan cara peningkatan akses pembiayaan koperasi, pengembangan koperasi pola Syariah dan revitalisasi koperasi.
Program ini ditangani oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.

10. OPTIMA (Optimalisasi Tata Kelola Pemerintahan dan Manajemen Aset)
Dalam upaya mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance) melalui reformasi birokrasi secara bertahap dan berkelanjutan, maka dikembangkan E-Government. Pengembangan system informasi ini dimulai dari tahap perencanaan, penganggaran hingga tahap monitoring dan evaluasi. Selain pengembangan untuk siklus perencanaan pembangunan, kinerja pelayanan perijinan yang efektif dan efisien dapat menciptakan iklim investasi di Kabupaten Tangerang. Optimalisasi Pendapatan Daerah diupayakan melalui system pendapatan yang terintegrasi dan pengelolaan asset daerah. Program ini juga menggarap pengembangan system informasi pada tiap pelayanan public yang ada termasuk Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Berbagai aplikasi yang telah dikembangkan di Kabupaten Tangerang harus terintegrasi sehingga perlu dibangun IT Center dan pengembangan system satu data yang didukung oleh kuatnya system database dari masing-masing OPD.
Seluruh OPD terlibat dalam program ini, dengan leading sektornya adalah Dinas Komunikasi dan Informatika.

11. GEBRAK PAKUMIS PLUS (Gerakan Berantas Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin)
Program GEBRAK PAKUMIS PLUS ini diselenggarakan untuk menangani permasalahan di kawasan permukiman kumuh seperti rumah tidak layak huni, prasarana sarana dan utilitas yang buruk dan kurang memadai yang berdampak pada rendahnya tingkat kesehatan lingkungan. Melalui program ini direncanakan setiap tahun dapat dituntaskan 20 kawasan permukiman penduduk. Pada kawasan yang diberikan program ini selain kegiatan fisik juga dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan pelatihan wirausaha. Selain itu masyarakat juga diberikan akses untuk mendapatkan bantuan pemodalan dan untuk meningkatkan ketahanan pangan dikembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan memanfaatkan pekarangan rumah.
Program ini ditangani oleh Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman, Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Kecamatan.

12. KIPPRAH (Kita Peduli Permasalahan Sampah)
Salah satu permasalahan lingkungan hidup adalah masalah persampahan. Upaya yang dilakukan mengatasi permasalahan ini adalah mengurangi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan cara pengembangan TPST 3R dan pembentukan Bank Sampah. Revitalisasi TPA dilakukan untuk meningkatkan kinerja persampahan selain itu dilakukan optimalisasi system manajemen pengelolaan persampahan. Upaya untuk mengurangi volume sampah juga dilakukan dengan memberikan pengetahuan kepada peserta didik untuk peduli pada permasalahan sampah melalui Program Kurasaki (Kurangi Sampah Sekolah Kita) untuk mengurangi produksi sampah khususnya sampah plastic dan sterofoam. Sedangkan di kantor Pemerintahan dilakukan dengan mencanangkan Program Kurasakan (Kurangi Sampah Kantor).
Program ini ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan serta Kecamatan.

13. LESTARI (Pengelolaan dan Pemantauan Sumber Daya Air)
Kabupaten Tangerang memiliki beberapa wilayah banjir yang diakibatkan oleh luapan air sungai diantaranya yaitu disekitar daerah aliran sungai wilayah Sungai Cisadane, Sungai Cirarab, Sungai Cimanceri, dan Sungai Cidurian. Berdasarkan fakta tersebut pada beberapa tahun kedepan, Pemerintah Kabupaten Tangerang mencanangkan program penanggulangan banjir guna mengurangi titik banjir agar tidak merugikan masyarakat Kabupaten Tangerang yang berdomisili di wilayah banjir tersebut. Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain pembangunan dan rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi, normalisasi saluran sungai dan normalisasi saluran pembuang. Penyediaan air bersih merupakan hal yang penting, optimalisasi embung sebagai tempat penampungan air dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih maupun air baku untuk untuk PDAM Tirta Kerta Raharja dan mitranya.
Program ini ditangani oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.

14. PEKAT LANTAS (Pengendalian Kemacetan Lalu Lintas)
Pertumbuhan dan pembangunan Kabupaten Tangerang yang dinamis membutuhkan penyediaan fasilitas yang layak, memadai, terjangkau dan adil, serta pelayanan kepada public yang semakin baik dan handal. Salah satu prasarana yang sangat perlu dalam rangka menunjang aktifitas perekonomian masyarakat dan pertumbuhan kota adalah transportasi, karena sector transportasi merupakan urat nadi distribusi barang dan mobilitas manusia. Pada kenyataannya Kabupaten Tangerang masih banyak memiliki banyak titik kemacetan antara lain pada koridor Jalan Raya Serang, Jalan Raya Curug – Legok, Jalan Raya Teluknaga – Dadap – Kamal, Jalan Raya Karawaci – Legok, Jalan Raya Cadas – Sepatan, dan Jalan Raya Pasar Kemis. Maka perlu penanganan untuk memelihara kondisi jalan atau pembukaan akses terutama pada simpang-simpang geometri dan rekayasa lalu lintas. Selain itu juga untuk mengatasi kemacetan akan dibangun fly over dan terminal tipe C.
Program ini ditangani oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Perhubungan, dan Dinas Permukiman, Perumahan dan Pemakaman.

15. PROAKTIF (Produk Inovatif dan Kreatif)
Kabupaten Tangerang yang berada dalam posisi strategis di wilayah Jabodetabekjur harus memiliki keunggulan dan daya saing dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Dibutuhkan kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan usaha. Yang dimaksud kreatif adalah memiliki daya cipta atau memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Sedangkan inovatif adalah memperkenalkan atau mengembangkan hal-hal baru. Peran pemerintah dalam menggali dan mengembangkan inovasi dan kreatifitas dikalangan masyarakat sangat penting. Setiap kecamatan dan desa didorong untuk memiliki produk unggulan yang merupakan ciri dan potensi lokal. Upaya untuk mendukung hal tersebut antara lain dengan menyelenggarakan berbagai event promosi, optimalisasi gerai IKM serta fasilitasi permodalan untuk IKM dan UKM. Pengembangan inovasi juga dilakukan dikalangan pemerintahan dengan meningkatkan inovasi OPD sehingga dapat meningkatkan pelayanan untuk masyarakat dengan pengembangan laboratorium inovasi dan festival inovasi dan kreasi.